Polri mengambil inisiatif untuk menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi buruh korban PHK.

Avatar

- Editor

Wednesday, 20 August 2025 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea meninjau PT Tah Sung Hung, salah satu perusahaan yang menerima buruh terdampak PHK untuk dipekerjakan, di Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu, 19 Maret 2025. DOK. POLRI

Sedang fokus memasang helai demi helai bulu mata palsu, Wahyunan dikejutkan dengan suara petugas keamanan di tempatnya bekerja. “Pabrik disegel, pailit. Semua keluar!” perintah satpam kepada ratusan pegawai yang sedang bekerja di pabrik pembuatan bulu mata palsu di Garut, Jawa Barat. Siang itu, Jumat, 28 Februari 2025, menjadi hari terakhir Wahyunan bekerja.

Tiada pemberitahuan, pria 50 tahun itu hanya bisa bengong memikirkan pengabdian selama 20 tahun bekerja sirna begitu saja. Sedih dan marah, namun tak bisa berbuat apa-apa. “Ngadadak pisan (begitu mendadak),” kata Wahyunan dengan logat Sunda yang kental. Selama lima bulan terakhir, dia bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Kemudian datang kabar gembira. Wahyunan yang bergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mendapatkan panggilan untuk bekerja di PT Tah Sung Hung. Tak menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung menerima panggilan kerja tersebut. “Saya senang sekali. Karena kalau sudah tua sulit untuk mendapatkan pekerjaan lagi dengan melamar kerja sendiri,” kata Wahyunan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 29 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari itu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas 1.575 buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk kembali bekerja di tempat baru. Mereka akan bekerja di PT Gold Emperor Indonesia (Brebes), PT Long Rich Indonesia (Cirebon), PT Indonesia Dreamers Sports (Cirebon), dan PT Tah Shung Hung (Brebes). “Polri terpanggil untuk menjadi problem solver. Tidak sekadar menghadapi teman-teman serikat buruh saat turun ke lapangan dalam bentuk aksi demonstrasi, tetapi bergerak di hulu bagaimana mencarikan solusi atas permasalahan yang ada,” kata Kapolri.

Banyaknya buruh yang terkena PHK membuat Kapolri berinisiatif membentuk Desk Ketenagakerjaan. Tugasnya, menjadi penengah atas permasalahan industrial yang terjadi antara perusahaan dan buruh, sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai perusahaan, sehingga muncul lapangan pekerjaan baru.

Kapolri berharap para buruh yang mendapatkan kesempatan bekerja mampu menunjukkan kinerja terbaik. “Tunjukkan semangat kalian kepada kita semua. Tunjukkan bahwa buruh Indonesia mampu bersaing, sehingga investor yakin dan percaya bahwa Indonesia adalah tempat investasi yang sangat menguntungkan,” katanya.

Kepada perusahaan, Kapolri berpesan agar menjadikan buruh sebagai aset dan bagian dari keluarga besar perusahaan. Dengan begitu, dia meyakini para buruh akan bekerja lebih produktif.

Baca Juga:  Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Aksi Mogok Makan Tahanan

Wakil Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, data Badan Pusat Statistik menunjukkan, hingga Februari 2025 jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 7,28 juta orang. “Bapak Kapolri memiliki networking yang cukup dekat dengan organisasi buruh,” katanya. Organisasi buruh tersebut, Dedi melanjutkan, mengeluhkan kondisi perekonomian dan PHK yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban secara umum.

Desk Ketenagakerjaan Polri yang digagas oleh Kapolri Jenderal Sigit, Dedi mengatakan, menjadi wadah untuk menyelesaikan persoalan hubungan industrial dan ketenagakerjaan. “Desk ketenagakerjaan itu juga mempersiapkan lapangan pekerjaan baru,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Garut, Andri Hidayatullah, mengatakan Desk Ketenagakerjaan Polri menyalurkan para buruh korban PHK yang bekerja sama dengan SPSI. “Dari situ SPSI sering berkomunikasi dan pada akhirnya Polri mengadakan program untuk penyaluran tenaga kerja yang terkena PHK. Alhamdulillah, ini sangat membantu kawan-kawan di berbagai daerah,” ujarnya.

Seluruh proses penyaluran kerja bagi anggota yang terdampak PHK diurus oleh serikat. Data mereka kemudian diserahkan ke Desk Ketenagakerjaan Polri untuk diverifikasi dan menyesuaikan lowongan yang ada dengan keterampilannya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Polri,” kata Andri.

Mitigasi Buruh Korban PHK

● 20 Januari 2025, Polri meluncurkan Desk Ketenagakerjaan Polri dengan dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli.

● Desk Ketenagakerjaan Polri dibentuk di tingkat Mabes hingga Polda jajaran sebagai wadah penyelesaian persoalan hubungan industrial dan ketenagakerjaan, sekaligus memberikan pelindungan bagi para pekerja.

● Optimasi Desk Ketenagakerjaan melalui peningkatan kapasitas lewat pelatihan terhadap 2.671 penyidik bidang ketenagakerjaan.

● 12 Juni 2025, Polri bekerja sama dengan serikat buruh memfasilitasi 700 buruh terdampak PHK untuk bekerja di PT. Tah Shung Hung Brebes dan PT. Indonesia Dreamers Sport Cirebon.

● 29 Juli 2025, Polri memfasilitasi 1.575 buruh korban PHK maupun angkatan kerja baru untuk bekerja sebagai pegawai tetap di PT. Tah Shung Hung Brebes, PT. Indonesia, Dreamers Sport, PT. Long Rich Indonesia, dan PT. Gold Emperor Indonesia.

● Akhir Desember 2025, target jumlah pekerja yang akan diserap sekitar 12 ribu orang.

● 10 Juli 2025, Polri menerima penghargaan dari International Trade Union Confederation-Asia Pacific (ITUC AP) sebagai pengakuan atas kontribusi Polri dalam menciptakan ruang demokrasi bagi perjuangan buruh, membentuk Desk Ketenagakerjaan pertama di dunia; dan menyalurkan buruh terdampak PHK untuk kembali bekerja.

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Laksanakan Sambang Warga Desa Krakahan
Polsek Losari Laksanakan Sambang Warga, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Pamapta Polres Brebes Amankan Terduga Pelaku Curanmor yang Diamankan Warga di Pasar Batang
Pamapta Polres Brebes Amankan Terduga Pelaku Pencurian Sepeda Ontel di Dua Perumahan
Antisipasi Banjir Susulan, Pemkab Brebes Kerahkan Empat Alat Berat di Bumiayu.‎‎ (Bumiayu) — Pemerintah Kabupaten Brebes bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir susulan di Kecamatan Bumiayu dengan mengerahkan empat unit alat berat untuk penanganan darurat pascabanjir, Senin (26/01/2026).‎‎Empat unit ekskavator tersebut ditempatkan di tiga titik rawan. Satu unit ekskavator milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Brebes diturunkan di Sungai Kalikeruh, Desa Penggarutan, untuk menutup tanggul yang jebol dan mengarah ke Desa Adisana.‎Sementara itu, satu unit ekskavator dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Tata Ruang (DSPATARU) Kabupaten Brebes difokuskan melakukan sodetan aliran air di Desa Dukuhturi guna memperlancar aliran sungai.‎Adapun dua unit ekskavator lainnya diterjunkan untuk normalisasi saluran di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu. Alat berat tersebut merupakan dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Brebes Ferri Anggrianto,SE serta pengusaha Slamet Faka sebagai bentuk kolaborasi penanganan bencana.‎‎Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDATARU) Kabupaten Brebes, Moh. Zudan Fanani, SH, mengatakan bahwa langkah ini merupakan upaya antisipatif agar banjir tidak kembali melanda permukiman warga.‎‎“Pemerintah Kabupaten Brebes secara sengkuyung bersama dinas terkait, seperti DPU, Perwaskim, DPSDATARU dan Dinas Pertanian, melakukan langkah-langkah antisipasi banjir susulan agar tidak kembali menerjang permukiman warga,” ujar Zudan saat mendampingi Wakil Bupati Brebes Wurja, SE meninjau lokasi terdampak banjir.‎‎Zudan menambahkan, penutupan tanggul, sodetan, dan normalisasi saluran air menjadi prioritas utama mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Brebes bagian selatan.‎‎Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Wurja, SE menegaskan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bergerak cepat dan bersinergi dalam penanganan darurat.‎‎“Saya perintahkan seluruh OPD terkait untuk segera melakukan sodetan dan penutupan tanggul sebagai langkah cepat mencegah banjir susulan,” tegas Wurja.‎‎Seperti diketahui, banjir yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) lalu mengakibatkan sejumlah kecamatan di Brebes bagian selatan, yakni Bumiayu, Sirampog, Paguyangan, dan Tonjong, mengalami kerusakan cukup parah pada infrastruktur dan lahan pertanian.
Satlantas Polres Brebes Gelar Sosialisasi Ops Zebra Candi 2025 di Pos Polisi Gedung Nasional
Satlantas Polres Brebes Beri Edukasi Tertib Berlalu Lintas kepada ASN Dinas Kebudayaan & Pariwisata dalam Rangka Ops Zebra Candi 2025
Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Aksi Mogok Makan Tahanan

Berita Terkait

Friday, 27 February 2026 - 02:27 WIB

Polsek Larangan Intensifkan Patroli Malam, Jaga Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Friday, 27 February 2026 - 02:23 WIB

Polsek Jatibarang Tindak Lanjuti Laporan 110, Amankan Kerumunan Anak di Depan Masjid Al It-tihad

Friday, 13 February 2026 - 08:30 WIB

Rampcheck Armada Bus Sugeng Rahayu di Terminal Bumiayu, Satlantas Polres Brebes Bersama Forum Lalu Lintas Tekan Fatalitas Kecelakaan

Friday, 13 February 2026 - 08:23 WIB

Satlantas Polres Brebes Sosialisasikan Ops Keselamatan Candi 2026 di Pondok Pesantren As Syamsyuriah

Friday, 13 February 2026 - 08:12 WIB

Sinergi Tanpa Batas: Personel Gabungan dan Warga Bersihkan Material Longsor di Sijampang

Friday, 13 February 2026 - 08:00 WIB

Satlantas Polres Brebes Dampingi dan Monitoring PKS di SMA Negeri 1 Banjarharjo dalam Ops Keselamatan Candi 2026

Friday, 13 February 2026 - 07:52 WIB

Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Brebes Gelar Sosialisasi Ops Keselamatan Candi 2026 di Lingkungan Perusahaan

Friday, 13 February 2026 - 05:19 WIB

Polri Sigap Bantu Penanganan Pohon Tumbang di Tengah Hujan Deras

Berita Terbaru