Kolaborasi Pembangunan Daerah Pemprov Jateng dan Pemkab Brebes

Avatar

- Editor

Thursday, 5 June 2025 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggelar Silaturahmi dan Dialog Bersama Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Kabupaten Brebes, Kamis (5/1/2025), di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintah Terpadu (KPT) Brebes. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk menjaring aspirasi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan masyarakat Brebes lintas sektor.

Dialog diawali dengan sambutan Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran gubernur di tengah padatnya agenda kerja, serta menegaskan pentingnya dialog ini sebagai forum strategis untuk mempertemukan pemerintah dan tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Brebes ini tidak hanya dikenal sebagai lumbung bawang merah, tapi juga memiliki kekayaan budaya, agama, dan tradisi. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat vital dalam menjaga kerukunan sosial,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun Brebes secara berkelanjutan.

Gubernur Luthfi dalam paparannya juga menekankan bahwa pembangunan di Jawa Tengah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dari semua lini, mulai dari kabupaten/kota, DPRD, hingga ke pemerintah pusat. Ia juga menyoroti bahwa kemiskinan bukan semata persoalan ekonomi, melainkan juga mencakup pendidikan, kesehatan, hingga mentalitas kerja.

“Kita tidak bisa hanya jualan telur asin atau bawang. Kita harus berani promosikan Brebes kepada investor nasional maupun internasional. Bupati harus jadi marketing daerahnya, dan birokrasi kita harus cepat, transparan, dan efisien,” ujar Luthfi.

Dalam sesi dialog, seorang warga dari Kecamatan Losari menyampaikan kekhawatiran terkait ancaman banjir akibat meluapnya Sungai Cisanggarung yang melintasi 12 desa.

Baca Juga:  Satgas Preventif Laksanakan Patroli Keamanan di PT BIG Tanjung Brebes

“Kami trauma sejak banjir tahun 2018 karena tanggul jebol. Saat musim hujan, warga tidak bisa tidur tenang,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan kondisi jalan rusak parah di jalur Prapag Kidul hingga Randegan yang menjadi akses vital warga.

Menjawab hal itu, Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah konkret.

“Untuk pengendalian banjir di Sungai Cisanggarung, sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp270 miliar dari pemerintah pusat melalui BBWS Cimancis,” jelasnya.

Sementara untuk perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Losari, Luthfi menyebutkan telah disiapkan anggaran khusus.

“Untuk jalur Prapag Kidul dan Prapag Lor, total anggaran Rp4 miliar sudah disiapkan. Untuk keseluruhan wilayah Losari, totalnya Rp7 miliar. Prosesnya bertahap, mohon bersabar karena semuanya masuk prioritas,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menjelaskan berbagai program strategis seperti peningkatan SDM melalui pelatihan vokasi dan BLK, pengentasan putus sekolah, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta peningkatan infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Ia menegaskan pentingnya pemetaan potensi desa dan penguatan literasi digital sebagai basis data pembangunan melalui BPS.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan Gubernur kepada sejumlah OPD. Di antaranya Kesbangpol dan Dinas Perikanan. Bantuan ini akan disalurkan kepada organisasi masyarakat serta kelompok petani garam sebagai bagian dari upaya pemberdayaan sektor ekonomi lokal.

Dengan semangat “Together We Can” (Bersama kita bisa), forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi lintas sektor demi mewujudkan Brebes yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Laksanakan Sambang Warga Desa Krakahan
Polsek Losari Laksanakan Sambang Warga, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Pamapta Polres Brebes Amankan Terduga Pelaku Curanmor yang Diamankan Warga di Pasar Batang
Pamapta Polres Brebes Amankan Terduga Pelaku Pencurian Sepeda Ontel di Dua Perumahan
Antisipasi Banjir Susulan, Pemkab Brebes Kerahkan Empat Alat Berat di Bumiayu.‎‎ (Bumiayu) — Pemerintah Kabupaten Brebes bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir susulan di Kecamatan Bumiayu dengan mengerahkan empat unit alat berat untuk penanganan darurat pascabanjir, Senin (26/01/2026).‎‎Empat unit ekskavator tersebut ditempatkan di tiga titik rawan. Satu unit ekskavator milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Brebes diturunkan di Sungai Kalikeruh, Desa Penggarutan, untuk menutup tanggul yang jebol dan mengarah ke Desa Adisana.‎Sementara itu, satu unit ekskavator dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Tata Ruang (DSPATARU) Kabupaten Brebes difokuskan melakukan sodetan aliran air di Desa Dukuhturi guna memperlancar aliran sungai.‎Adapun dua unit ekskavator lainnya diterjunkan untuk normalisasi saluran di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu. Alat berat tersebut merupakan dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Brebes Ferri Anggrianto,SE serta pengusaha Slamet Faka sebagai bentuk kolaborasi penanganan bencana.‎‎Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDATARU) Kabupaten Brebes, Moh. Zudan Fanani, SH, mengatakan bahwa langkah ini merupakan upaya antisipatif agar banjir tidak kembali melanda permukiman warga.‎‎“Pemerintah Kabupaten Brebes secara sengkuyung bersama dinas terkait, seperti DPU, Perwaskim, DPSDATARU dan Dinas Pertanian, melakukan langkah-langkah antisipasi banjir susulan agar tidak kembali menerjang permukiman warga,” ujar Zudan saat mendampingi Wakil Bupati Brebes Wurja, SE meninjau lokasi terdampak banjir.‎‎Zudan menambahkan, penutupan tanggul, sodetan, dan normalisasi saluran air menjadi prioritas utama mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Brebes bagian selatan.‎‎Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Wurja, SE menegaskan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bergerak cepat dan bersinergi dalam penanganan darurat.‎‎“Saya perintahkan seluruh OPD terkait untuk segera melakukan sodetan dan penutupan tanggul sebagai langkah cepat mencegah banjir susulan,” tegas Wurja.‎‎Seperti diketahui, banjir yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) lalu mengakibatkan sejumlah kecamatan di Brebes bagian selatan, yakni Bumiayu, Sirampog, Paguyangan, dan Tonjong, mengalami kerusakan cukup parah pada infrastruktur dan lahan pertanian.
Satlantas Polres Brebes Gelar Sosialisasi Ops Zebra Candi 2025 di Pos Polisi Gedung Nasional
Satlantas Polres Brebes Beri Edukasi Tertib Berlalu Lintas kepada ASN Dinas Kebudayaan & Pariwisata dalam Rangka Ops Zebra Candi 2025
Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Aksi Mogok Makan Tahanan

Berita Terkait

Friday, 13 February 2026 - 08:23 WIB

Satlantas Polres Brebes Sosialisasikan Ops Keselamatan Candi 2026 di Pondok Pesantren As Syamsyuriah

Friday, 13 February 2026 - 08:12 WIB

Sinergi Tanpa Batas: Personel Gabungan dan Warga Bersihkan Material Longsor di Sijampang

Friday, 13 February 2026 - 08:07 WIB

Ngopi Bareng Driver SPPG, Satlantas Polres Brebes Gaspol Bangun Budaya Tertib Lalu Lintas Lewat Ops Keselamatan Candi 2026

Friday, 13 February 2026 - 08:00 WIB

Satlantas Polres Brebes Dampingi dan Monitoring PKS di SMA Negeri 1 Banjarharjo dalam Ops Keselamatan Candi 2026

Wednesday, 11 February 2026 - 08:14 WIB

Polres Brebes Tindak Lanjuti Program Presiden Prabowo Subianto “Indonesia ASRI” di Kecamatan Paguyangan

Wednesday, 11 February 2026 - 04:24 WIB

Satlantas Polres Brebes Gelar Program “JAKWIR LANTAS” di Pasar Jatibarang dalam Rangka Ops Keselamatan Candi 2026

Wednesday, 11 February 2026 - 04:11 WIB

Inspeksi Keselamatan Armada Bus Dewi Sri di Terminal Tanjung pada Ops Keselamatan Candi 2026

Tuesday, 10 February 2026 - 04:36 WIB

Satlantas Polres Brebes Gelar Sosialisasi Ops Keselamatan Candi 2026 di Jalan Jenderal Sudirman

Berita Terbaru