BREBES – Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM bersama Wakil Bupati Brebes Wurja, SE menemui ribuan peserta aksi damai yang berlangsung di depan Pendopo Kabupaten Brebes, Senin (29/6/2026). Aksi yang diikuti oleh unsur ibu-ibu, pelaku UMKM dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), relawan, serta berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.
Aksi damai diawali dengan longmarch dari Stadion Karangbirahi menuju Pendopo Kabupaten Brebes sejak pukul 14.00 WIB. Selain menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peserta juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan kondusivitas di Kabupaten Brebes pasca dinamika politik yang berkembang di tingkat nasional.
Dalam orasinya, Wakil Ketua Forum Masyarakat Peduli Gizi (Formagi) Kabupaten Brebes, Untung Surodi, menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sekitar 190 dapur produksi di Kabupaten Brebes tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui pemberdayaan UMKM serta membuka lapangan pekerjaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Brebes menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan pendapat secara santun, tertib, dan tetap menjaga suasana yang kondusif.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen menjadi jembatan bagi seluruh aspirasi masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pandangan yang berkembang.
“Seluruh aspirasi ini, baik yang pro maupun kontra, kami tampung secara resmi dan akan segera kami teruskan kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” tegas Bupati Brebes di hadapan peserta aksi.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berpotensi memecah belah kebersamaan. Menurutnya, semangat demokrasi harus tetap diiringi dengan rasa saling menghormati serta mengedepankan kepentingan bersama.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Brebes Wurja, SE menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes akan terus membuka ruang dialog yang konstruktif dengan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah, kata Wurja, siap memfasilitasi berbagai masukan agar pelaksanaan kebijakan nasional dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat di daerah.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Partai Golkar, Pamor Wicaksono, yang mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan meskipun memiliki pandangan yang berbeda.
“Perbedaan pilihan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun jangan sampai memutus tali persaudaraan. Kritik boleh disampaikan, tetapi dengan cara yang santun, beretika, dan tetap menjaga kerukunan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, aparat gabungan dari Polres Brebes dan Kodim 0713/Brebes melakukan pengamanan secara profesional, humanis, dan persuasif sehingga seluruh rangkaian aksi berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum. Aksi damai berakhir sekitar pukul 15.30 WIB dengan pembubaran massa secara tertib.
Sebelum meninggalkan lokasi, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa untuk kemajuan, kemakmuran, dan kedamaian Kabupaten Brebes. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan pandangan dapat disampaikan melalui cara-cara yang damai, bermartabat, serta tetap menjunjung tinggi semangat Guyub Rukun dan falsafah Gemah Ripah Ripah Loh Jinawi sebagai jati diri masyarakat Brebes.
Pemerintah Kabupaten Brebes mengapresiasi kedewasaan seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembangunan yang semakin inklusif demi mewujudkan Brebes yang maju, harmonis, dan sejahtera.