
BREBES – Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Brebes Tahun Ajaran 2026/2027 yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta didik baru, di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia Siti Indriasri Oktaviana, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Brebes Subandi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat dan Lurah se-Kabupaten Brebes, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), kepala sekolah, tenaga pendidik, orang tua siswa, serta para peserta didik baru.
Dalam sambutannya, Bupati Brebes menyampaikan apresiasi atas hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Brebes, saya menyambut baik dan mengapresiasi hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Brebes. Ini menjadi ruang harapan baru bagi anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sekaligus membentuk karakter yang kuat,” ujar Paramitha.
Bupati menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan sejak hari pertama sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh peserta didik memulai proses belajar dalam kondisi sehat, aman, dan siap mengikuti seluruh rangkaian pendidikan.
“Kita ingin memastikan setiap anak memulai perjalanan pendidikannya dengan kondisi kesehatan yang baik. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis ini, tumbuh kembang mereka dapat dipantau sejak awal sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal,” imbuhnya.
Kepada seluruh tenaga pendidik dan pengelola sekolah, Bupati berpesan agar memberikan pendampingan terbaik kepada seluruh peserta didik dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, disiplin, serta ramah anak.
“Saya titipkan anak-anak ini kepada seluruh guru dan pengasuh. Dampingi mereka dengan penuh tanggung jawab, ketegasan yang mendidik, serta kasih sayang layaknya keluarga sendiri. Bentuk mereka menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, disiplin, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” pesannya.
Bupati juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sungguh-sungguh sebagai jalan meraih masa depan yang lebih baik.
“Belajarlah dengan tekun, hormati seluruh guru dan pengasuh, raihlah prestasi setinggi-tingginya, kemudian buktikan bahwa kalian mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga melalui pendidikan,” tuturnya.
Kepada para orang tua, Bupati meminta agar tidak merasa khawatir menitipkan putra-putrinya di Sekolah Rakyat. Pemerintah, menurutnya, akan terus memberikan perhatian terhadap aspek pendidikan, kesehatan, keamanan, serta kesejahteraan peserta didik melalui sinergi lintas sektor.

Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi, baik dari aspek pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, maupun lingkungan pendukung lainnya.
“Mari kita sukseskan program ini bersama-sama. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, kita optimistis dapat melahirkan generasi Brebes yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta mampu membawa daerah ini semakin maju,” pungkasnya.
Sementara itu, Perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Siti Indriasri Oktaviana, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Brebes atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif sekaligus menjadi strategi memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat mengusung semangat “Cerdas Bersama, Tumbuh Bersama”, dengan konsep pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran formal, pembinaan karakter, pelayanan sosial, serta pengembangan potensi peserta didik. Selain itu, selama masa awal penyelenggaraan, siswa akan mengikuti MPLS, matrikulasi, pemetaan bakat dan minat, serta pembentukan karakter sebelum memasuki pembelajaran reguler dan kehidupan berasrama secara penuh.
Melalui hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Brebes, diharapkan semakin banyak anak-anak Brebes memperoleh kesempatan pendidikan yang setara, berkualitas, dan mampu menjadi generasi penerus yang unggul serta berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa







