Kedes Winduaji bersitegang dengan Petugas atas dituding sebagai provokator dalam rencana aksi unra terkait akses jalan di Underpas Keseran

Avatar

- Editor

Thursday, 22 May 2025 - 05:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan antara warga Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes dengan pihak terkait memanas. Kepala Desa Winduaji, H. Abdurahman, menyatakan kegeramannya setelah dirinya dituding sebagai provokator dalam rencana aksi unjuk rasa yang digagas warganya.

Tudingan tersebut berasal dari pihak keamanan PT KAI Daop V Purwokerto, menyusul ketegangan yang terjadi di sekitar underpass jalur rel kereta api Dukuh Keseran. Menanggapi hal itu, Abdurahman membantah keras dan menegaskan bahwa aksi tersebut bukan tanpa alasan.

“Ini bukan sekadar jalan, ini soal martabat dan keselamatan warga Winduaji. Kami sudah kirim surat tiga kali, tapi tak kunjung ada respons. Kami beri waktu satu bulan, kalau masih diabaikan, ribuan warga akan turun ke jalan” tegasnya saat audiensi bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan perwakilan Pemkab Brebes, Selasa (20/5/2025).

Aksi yang akan dilakukan warga merupakan respons atas kondisi underpass Dukuh Keseran yang dinilai membahayakan. Underpass dengan lebar hanya 4 meter dan tinggi 3,5 meter itu memiliki bentuk menyerupai huruf “U” dengan tikungan tajam. Selain sering menyebabkan kecelakaan, jalur ini juga tak bisa dilalui kendaraan besar seperti truk pengangkut kayu, yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Puncaknya, sebuah mobil pemadam kebakaran tidak mampu masuk ke desa karena terhalang underpass. Akibatnya, warga harus memadamkan kebakaran secara manual dengan alat seadanya. (Admin BHI)

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Laksanakan Sambang Warga Desa Krakahan
Polsek Losari Laksanakan Sambang Warga, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Pamapta Polres Brebes Amankan Terduga Pelaku Curanmor yang Diamankan Warga di Pasar Batang
Pamapta Polres Brebes Amankan Terduga Pelaku Pencurian Sepeda Ontel di Dua Perumahan
Antisipasi Banjir Susulan, Pemkab Brebes Kerahkan Empat Alat Berat di Bumiayu.‎‎ (Bumiayu) — Pemerintah Kabupaten Brebes bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir susulan di Kecamatan Bumiayu dengan mengerahkan empat unit alat berat untuk penanganan darurat pascabanjir, Senin (26/01/2026).‎‎Empat unit ekskavator tersebut ditempatkan di tiga titik rawan. Satu unit ekskavator milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Brebes diturunkan di Sungai Kalikeruh, Desa Penggarutan, untuk menutup tanggul yang jebol dan mengarah ke Desa Adisana.‎Sementara itu, satu unit ekskavator dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Tata Ruang (DSPATARU) Kabupaten Brebes difokuskan melakukan sodetan aliran air di Desa Dukuhturi guna memperlancar aliran sungai.‎Adapun dua unit ekskavator lainnya diterjunkan untuk normalisasi saluran di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu. Alat berat tersebut merupakan dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Brebes Ferri Anggrianto,SE serta pengusaha Slamet Faka sebagai bentuk kolaborasi penanganan bencana.‎‎Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDATARU) Kabupaten Brebes, Moh. Zudan Fanani, SH, mengatakan bahwa langkah ini merupakan upaya antisipatif agar banjir tidak kembali melanda permukiman warga.‎‎“Pemerintah Kabupaten Brebes secara sengkuyung bersama dinas terkait, seperti DPU, Perwaskim, DPSDATARU dan Dinas Pertanian, melakukan langkah-langkah antisipasi banjir susulan agar tidak kembali menerjang permukiman warga,” ujar Zudan saat mendampingi Wakil Bupati Brebes Wurja, SE meninjau lokasi terdampak banjir.‎‎Zudan menambahkan, penutupan tanggul, sodetan, dan normalisasi saluran air menjadi prioritas utama mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Brebes bagian selatan.‎‎Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Wurja, SE menegaskan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bergerak cepat dan bersinergi dalam penanganan darurat.‎‎“Saya perintahkan seluruh OPD terkait untuk segera melakukan sodetan dan penutupan tanggul sebagai langkah cepat mencegah banjir susulan,” tegas Wurja.‎‎Seperti diketahui, banjir yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) lalu mengakibatkan sejumlah kecamatan di Brebes bagian selatan, yakni Bumiayu, Sirampog, Paguyangan, dan Tonjong, mengalami kerusakan cukup parah pada infrastruktur dan lahan pertanian.
Satlantas Polres Brebes Gelar Sosialisasi Ops Zebra Candi 2025 di Pos Polisi Gedung Nasional
Satlantas Polres Brebes Beri Edukasi Tertib Berlalu Lintas kepada ASN Dinas Kebudayaan & Pariwisata dalam Rangka Ops Zebra Candi 2025
Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Aksi Mogok Makan Tahanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Wednesday, 11 March 2026 - 05:07 WIB

Jelang Ops Ketupat Candi 2026, Kapolres Brebes Pastikan Kesiapan Pos Pengamanan

Wednesday, 11 March 2026 - 05:01 WIB

Sinergi Digital, Polres dan Pemkab Brebes Luncurkan Aplikasi “Beres Apik” untuk Permudah Layanan Publik

Tuesday, 10 March 2026 - 04:47 WIB

Polsek Wanasari Laksanakan Sambang Tokoh Masyarakat, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Tuesday, 10 March 2026 - 04:42 WIB

Polsek Brebes Gelar Patroli Siaga Malam, Antisipasi Kriminalitas di Sejumlah Obyek Vital

Monday, 9 March 2026 - 05:14 WIB

Gandeng Petani Wangandalem, Polres Brebes Sukseskan Gerakan Tanam Jagung Serentak Kuartal I

Friday, 13 February 2026 - 08:30 WIB

Rampcheck Armada Bus Sugeng Rahayu di Terminal Bumiayu, Satlantas Polres Brebes Bersama Forum Lalu Lintas Tekan Fatalitas Kecelakaan

Friday, 13 February 2026 - 08:23 WIB

Satlantas Polres Brebes Sosialisasikan Ops Keselamatan Candi 2026 di Pondok Pesantren As Syamsyuriah

Friday, 13 February 2026 - 08:12 WIB

Sinergi Tanpa Batas: Personel Gabungan dan Warga Bersihkan Material Longsor di Sijampang

Berita Terbaru